Panas adalah bagian dari proses konversi listrik
Adaptor tidak bekerja dengan efisiensi 100 persen. Sebagian energi berubah menjadi panas saat tegangan listrik dikonversi. Karena itu charger yang terasa hangat saat dipakai biasanya masih normal.
Beban tinggi membuat charger bekerja lebih keras
Saat baterai rendah, laptop sedang menjalankan aplikasi berat, atau perangkat membutuhkan daya besar, adaptor bisa bekerja mendekati kapasitas maksimumnya. Suhu biasanya ikut meningkat.
Jangan menutup adaptor saat digunakan
Menaruh charger di bawah selimut, sofa, atau permukaan yang menahan panas dapat membuat suhu naik lebih cepat. Letakkan adaptor di area terbuka dan kering agar panas bisa dilepas ke udara.
Kapan panas mulai perlu dicurigai?
Hentikan penggunaan jika ada bau terbakar, bunyi tidak biasa, casing berubah bentuk, kabel terkelupas, konektor menghitam, atau adaptor terlalu panas untuk disentuh dalam waktu singkat. Gunakan charger yang sesuai spesifikasi perangkat.
Kabel dan konektor juga berpengaruh
Koneksi yang longgar atau rusak dapat meningkatkan resistansi dan panas. Periksa ujung kabel, port, dan kondisi fisik adaptor secara berkala. Jika laptop juga mengalami panas berlebih, lihat panduan kenapa laptop cepat panas.
Hangat bisa normal, gejala fisik jangan diabaikan
Charger yang hangat belum tentu bermasalah. Yang penting adalah memperhatikan perubahan suhu yang ekstrem, kerusakan fisik, dan penggunaan adaptor yang sesuai dengan kebutuhan laptop.